Pengantar Kitab Sulam Nurul Muttashil
سلم نور المتصل
SULAM NURUL MUTTASHIL
Diijazahkan Bebas
LISENSI: Kitab ini diijazahkan bebas untuk:
- Diamalkan tanpa izin
- Disebarluaskan tanpa batasan
- Diadaptasi kontekstual dengan tetap mencantumkan sumber
- Menambahkan nama sendiri sebagai pencipta atau pengarang.
- Memodifikasi sekecil apapun Sholawat Nurul Muttashil
"Semua yang berasal dari Cahaya, akan pulang kembali ke Asal Cahaya."
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى مِيلَادِ
صَلَوَاتِ النُّورِ الْمُتَّصِلِ
نُورًا لَنَا مِنْ نُورِ فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ
يَرْفَعُنَا إِلَى جَمَالِ نُورِ مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى أَبِينَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى أُمِّنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ
وَأَلْصِقْ قُلُوبَنَا بِنُوْرِهِمَا دَوْمًا
وَاجْعَلْنَا فِي سِلْسِلَةِ ضِيَائِهِمَا سَرْمَدًا
يَا أَبَتِي يَا رَسُولَ اللهِ
عَلَيْكَ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ
نَحْنُ نَحْيَا فِي ظِلِّ نُوْرِكَ
وَأَنْتَ نُورُ مَعْبَرِ رُوحِي
فَصِلْنِي بِنُوْرِكَ يَا سَيِّدِي
اجْعَلْنِي فِي ضِيَائِكَ سَاكِنًا
أَمَّا بَعْدُ
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah atas kelahiran
Sholawat Nurul Muttashil,
cahaya bagi kami dari cahaya Fatimah az-Zahra,
yang mengangkat kami menuju keindahan cahaya Muhammad.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada ayah kami Muhammad,
dan kepada ibu kami Fatimah az-Zahra.
Lekatkanlah hati kami dengan cahaya keduanya selalu,
dan masukkanlah kami dalam rantai sinarnya selamanya.
Wahai ayahku, wahai Rasulullah,
atasmu shalawat dan keselamatan.
Kami hidup dalam naungan cahayamu,
dan engkau cahaya jalan ruhku.
Sambungkanlah aku dengan cahayamu, wahai tuanku,
dan jadikanlah aku tinggal tenang di dalam sinarmu.
Amma ba'du....
Kitab ini terdiri dari dua bagian yang tidak terpisah: Sholawat Nurul Muttashil dan Sulam Nurul Muttashil. Sholawat adalah amalan. Sulam adalah penjelasan tentang amalan tersebut.
Anda tidak perlu memahami teologi terlebih dahulu untuk mengamalkan Sholawat. Cukup baca dan amalkan Sholawat Nurul Muttashil yang ada di Bab VIII. Dari situ, hidayah dan bimbingan akan dirasakan.
Inti dari amalan ini adalah penyadaran eksistensi. Bukan membayangkan penyatuan wujud dengan Allah, melainkan menyadari diri seperti janin dalam rahim: tidak perlu tahu wajah ibunya, tidak perlu memahami mekanisme pertumbuhan, hanya perlu menerima dan merasakan nikmat pengasuhan, perlindungan, dan pemeliharaan.
Demikianlah hening dalam Cahaya Muhammad — bukan teknik yang dipelajari, tapi kondisi yang diterima dalam ittishal.
Seluruh konsep dalam kitab ini bersumber dari Qur'an dan Hadis. Istilah seperti wushul, ittishal, atau mahdiyyin mungkin terasa asing, tetapi maknanya dapat dipahami setelah mengamalkan Sholawat.
METODE TABULA RASA
Penulis mengosongkan diri dari pemahaman ulama terdahulu saat menulis kitab ini. Bukan untuk meremehkan tradisi, tetapi untuk membiarkan kebenaran berbicara langsung dari sumbernya.
NAMA DAN LISENSI
Zainal Ibnu Zahr bukan nama lahir penulis. Nama ini digunakan sebagai tanda kerendahan hati dan penanda amanah. Kitab ini diijazahkan bebas untuk diamalkan, disebarkan, dan diadaptasi dengan tetap mencantumkan sumber. Dilarang menambahkan nama sendiri sebagai pencipta.
1. Mulailah dari Muqoddimah dan Sholawat Nurul Muttashil di Bab VIII.
2. Amalkan dengan rutin.
3. Jika ingin memahami landasan, baca Bab I-III.
4. Jika menemui hambatan, baca Bab V.
5. Jika ingin memahami sistem keseluruhan, baca Bab IX-XI.
BAHASA
Ejaan dalam kitab ini disederhanakan. Tidak menggunakan tanda di atas atau di bawah huruf, agar mudah dibaca oleh siapa saja.
Zainal Ibnu Zahr
Khadim an-Nur
Pelayan bagi putra-putri cahaya
- Cover
- Halaman Judul
- Halaman Copyright
- Muqoddimah
- Prakata
- Daftar Isi
- Pendahuluan
- Rahim Pertama: Rahim Mitsaq
- Rahim Kedua: Rahim Istifa
- Rahim Ketiga: Rahim Ibu Kandung
- Rahim Keempat: Rahim Ibu Bumi
- Barzakh: Ruang Tunggu
- Rahim Transisi: Rahim Cahaya Az-Zahra
- Rahim Terakhir: Rahim Cahaya Wahdaniyah
- Penutup: Pulang Sebelum Mati
- Dalil Fundamental Cahaya
- Spektrum Tujuh Alam Cahaya
- Alam Ahadiyah
- Alam Wahdaniyah
- Alam Wahdah
- Alam Wahidiyah
- Alam Jabarut
- Alam Mithal
- Alam Nasut
- Jalur Tajalli Nuzuli dan Suudi
- Penegasan Ontologis
- Penutup
- Pendahuluan: Wushul sebagai Kepulangan
- Sujud: Alat Registrasi
- Mekanisme Pemulangan Bagian Diri
- Jasad: Pulang ke Ibu Bumi dan Ibu Kandung
- Akal: Mensucikan Rahim Jalan Ruh
- Jiwa: Pulang ke Nur Az-Zahra
- Ruh: Langsung ke Rahim Cahaya Wahdaniyah
- Mekanisme Kepulangan Terpadu
- Penutup
- Penghancuran Karang Kesadaran
- Ruh Munfasil
- Pecahnya Jati Diri
- Ruh Muttashil dan Anatomi Orbit Hati
- Kepulangan ke Rumah Kedamaian
- Salah Niat
- Penjara Otoritas
- Belenggu Dogma
- Kelumpuhan Mujahadah
- Sakratul Makrifah (Jadzab)
- Penegasan Arah
- Penutup
- Poros Al-Ahzab 56
- Nabi Muhammad: Mursyid Sejati
- Sayyidah Fatimah Az-Zahra: Rahim Cahaya
- Integrasi Tiga Lapisan Cahaya
- Sholawat sebagai Gerak Ittishal
- Hadis Bahtera Keselamatan
- Penutup
- Hakikat Mahdiyyin
- Karakteristik Masyarakat Mahdiyyah
- Mandiri secara Ruhani
- Berbasis Kasih Sayang
- Konsisten
- Koneksi dengan Sholawat
- Kemandirian Yatim Piatu Spiritual
- Kesimpulan
- Wasilah (Pembuka)
- Sholawat Kasih Ibu
- Sholawat Rahim Cahaya
- Penyaksian Cahaya
- Sholawat Ibu Cahaya Az-Zahra
- Sholawat Ayah Cahaya Muhammad
- Hening dalam Cahaya Muhammad
- Doa Nurul Muttashil
- Penutup
- Ahadiyah: Zat Allah yang Mutlak
- Wahdaniyah: Kesatuan Sifat Allah
- Cahaya Wahdaniyah
- Qalam dan Lauh Mahfuz
- Nur Muhammad
- Alam Semesta dan Manusia
- Metafora Pengunci Akidah
- Pendahuluan
- Diagnosa Empat Kabel Kutub Jalal
- Kabel Al-Hayyu
- Kabel Al-Alim
- Kabel Al-Qadir
- Kabel Al-Aziz
- Diagnosa Empat Kabel Kutub Jamal
- Kabel Al-Latif
- Kabel Al-Wadud
- Kabel As-Sabur
- Kabel Al-Ghaffar
- Penutup
- Pengantar
- Fondasi Akidah
- Dalil Pokok
- Dalil Cahaya
- Metafora Antena
- Martabat Hidayah
- Dalil Penguat
- Sintesis
- Penutup
- Kesimpulan
- Glosarium
- Daftar Pustaka
- Tentang Penulis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar